Cina melelehkan salju karena kekurangan air



Pemerintah Kota Beijing, China, akan mengumpulkan dan melelehkan salju pada musim dingin kali ini. Langkah ini diambil untuk mengatasi kekurangan air yang terjadi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dua kendaraan khusus akan beroperasi di sekitar Lapangan Tianamen, Beijing. Kendaraan itu dilengkapi dengan pemanas berkekuatan besar dan mampu memproses sekira 100 kubik meter salju serta es. Demikian dilansir The Global Times, Jumat (12/11/2010).

Salju yang bersih juga akan ditampung di tiga sungai yang melewati Kota Beijing. Air dari salju bersih ini nantinya akan digunakan untuk irigasi, pembersihan jalan dan sebagai penopang volume air sungai.

Selama bertahun-tahun China terus berjibaku dengan masalah kekurangan air yang menurut para ahli disebabkan oleh pemanasan global, kekeringan dan permintaan yang melonjak dari puluhan juta warga yang tinggal di Beijing.

Konsumsi air di Beijing yang kini memiliki populasi hampir 20 juta, meningkat hingga 3,55 miliar kubik meter tahun lalu. Jika dibandingkan dengan persediaan air yang dimiliki saat ini yang mencapai 2,18 miliar kubik meter, tentu saja tidak dapat mencukupi.

Sementara jumlah salju yang turun di Beijing saat ini mengalami fase terburuknya sejak 1951 silam. Pada 3 Januari tahun lalu, rata-rata salju yang turun dalam 20 jam dapat mencapai 11 milimeter.
smo