Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Bersihkan air dengan matahari



Tingginya energi dan biaya untuk memurnikan air dari limbah berbahaya merupakan tantangan luar biasa sampai saat ini. Meski demikian, hal ini akan dapat diatasi di masa depan.

Menurut laporan yang dikutip dari jurnal Biomicrofluidics, dipublikasikan oleh American Institute of Physics, sebuah sistem yang mengkombinasikan dua teknologi yang berbeda telah ditemukan.

Sistem itu akan menguraikan polutan menggunakan sumber energi paling murah yang ada di dunia, yakni sinar matahari.

Mekanismenya

Microfuidics – mentransportasikan air melalui kanal-kanal kecil – dan photocatalyisis – menggunakan cahaya untuk memecah ketidakmurnian – digabungkan dengan metode optofluidics.

“Selama ini kedua teknologi tersebut telah dikembangkan secara paralel, akan tetapi baru sedikit upaya yang dilakukan untuk memanfaatkan sinergi di antara keduanya,” kata Xuming Zhang, peneliti dari Hong Kong Polytechnic University, seperti dikutip dari ScienceDaily, 20 Januari 2011.

Dari hasil tes, kata Zhang, terlihat ada pertambahan secara mencolok dari sisi efisiensi photocatalyst.

Pada uji coba, peneliti membuat reaktor microfluidic atau microreactor yang terdiri dari tabung persegi panjang yang memiliki dua pelat kaca yang dilapisi oleh titanium dioxide, yang merupakan bahan aktif pada krim pelindung kulit dari sinar matahari.

Ketika terpapar sinar matahari, lapisan itu mengeluarkan elektron yang bereaksi dengan polutan di air dan kemudian menguraikan mereka menjadi zat yang tidak berbahaya. Ini merupakan bagian photocatalysis dari proses tersebut.

Kawasan permukaan tinggi di microreactor meningkatkan kemampuan katalis itu untuk menangkap sinar matahari. Meski jarak di antara pelat itu kecil, Zhang berencana untuk memperbesar dimensi persegi panjang tersebut menjadi dua meter.

“Uji coba skala kecil ini telah membuktikan konsep yang kami buat akan tetapi kami juga akan memperbesar skala reaktor itu hingga dapat mengalirkan 1.000 liter air per jam,” ucapnya.

Jika reaktor yang lebih besar terbukti ampuh, kata Zhang, sejumlah alat yang disusun secara paralel bisa digunakan untuk mengelola pembersihan air di instalasi industri.
Sumber: VIVAnews
BACA SELENGKAPNYA

Sel hati dari kulit manusia



Penderita penyakit hati memiliki peluang kesembuhan yang semakin besar setelah sejumlah ilmuwan mampu menciptakan sel hati di laboratorium untuk pertama kali dengan menggunaan sel yang diprogram dari kulit manusia.

Penemuan itu melancarkan solusi alternatif bagi pengembangan perawatan baru bagi penyakit hati yang menewaskan ribuan orang setiap tahun.

Sejumlah ilmuwan di Universitas Cambridge yang menginfokan penemuan mereka dalam Journal of Clinical Investigation mengatakan, mereka juga menemukan jalan untuk menghindari masalah etika dan politik mengenai sel punca embrio.

“Teknologi ini memangkas kebutuhan penggunaan embrio manusia,” kata Tamir Rashid dari laboratorium untuk obat regeneratif Cambridge, yang memimpin studi itu.

“Sel yang kami ciptakan sama baiknya dengan jika kami menggunakan sel punca embrio,” katanya seperti dikutip Reuters .

Sel punca embrio dianggap sebagai jenis sel yang paling kuat dan mudah dibentuk tetapi menjadi kontroversi karena dihasilkan dari embrio manusia saat baru berusia beberapa hari.

Penyakit hati menempati peringkat ke lima sebagai penyebab kematian di negara maju setelah penyakti jantung, kanker, stroke dan penyakit pernafasan. Di Amerika Serikat, penyakit itu memakan korban 25 ribu orang per tahun.

Para ahli mengatakan, di Inggris penyakit hati menyerang kaum muda hingga setengah baya dengan pertambahan 8 – 10 persen per tahun.

Rashid mengatakan, meskipun telah dilakukan penelitian selama 40 tahun, tetapi para ilmuwan tidak pernah mampu menumbuhkan sel hati di laboratorium, yang menjadikan riset terhadap gangguan hati menjadi sangat sulit.

Mengingat kurangnya donor organ hati, solusi alternatif sangat diperlukan. Penelitian ini meningkatkan kemungkinan bahwa alternatif dapat ditemukan, baik dengan mengembangkan obat baru maupun mengunakan terapi berbasis sel. Penyakit hati dapat diturunkan, atau disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol atau infeksi seperti hepatitis.


Sel punca

Untuk penelitian mereka, tim Rashid menggunakan contoh kulit dari tujuh pasien yang menderita berbagai penyakit hati yang disebabkan keturunan, dan tiga dari orang sehat sebagai pembanding.

Mereka kemudian mereset kembali sel dari contoh kulit menjadi suatu jenis sel punca yang disebut sel ” induced pluripotent stem” (IPS) dan kemudian memprogram kembali sel itu untuk menumbuhkan kembali sel hati yang menyerupai penyebab berbagai penyakit hati pada pasien. Mereka menggunakan teknik yang sama untuk menciptakan sel hati yang “sehat” dari kelompok pembanding.

Sel punca adalah sel induk tubuh dan para ahli mencoba menemukan cara untuk menggunakan sel tersebut untuk menumbuhkan organ baru, memperbaiki jantung yang rusak atau tulang belakang yang cacat, atau mengganti sel otak yang rusak akibat stroke, Alzheimer`s atau penyakit Parkinson`s.

“Sebelumnya kami tidak pernah dapat menumbuhkan sel hati di laboratorium sehingga ini akan membuka seluruh atmosfer baru penelitian,” kata Rashid.

Mengomentari penelitian itu, Mark Thursz, spesialis penyakit hati pada Imperial College di London, mengatakan penemuan itu merupakan langkah luar biasa yang pada masa depan mungkin menjadi sumber potensial sel hati baru bagi pasien yang menderita kegagalan hati.

Penelitian dengan menggunakan sel punca embrio terkendala setelah sebuah pengadilan distrik mengeluarkan keputusan yang menghentikan sponsoring federal bagi penelitian tersebut. 
Sumber : http://oneblitz.blogspot.com/2010/11/ilmuwan-ciptakan-sel-hati-dari-kulit.htm
BACA SELENGKAPNYA

Hubungan unik antara kelelawar dan kantong semar



Jika selama ini kantung semar diidentikkan dengan si pemenang karena berhasil menjebak ribuan serangga, maka hasil penelitian ilmuwan asal Brunei Darusalam mengungkap hal berbeda. Kantung semar seolah menjadi pihak yang kalah sebab hanya menjadi toilet alias tempat kencing bagi kelelawar.

Hasil penelitian itu diumumkan di jurnal Royal Society Biology Letters bulan ini. Menurut para ilmuwan, hubungan unik antara kantung semar dan kelelawar merupakan kasus kedua yang mendeskripsikan relasi tanaman karnivora dan mamalia. Sebelumnya, pada tahun 2009, dilaporkan hubungan antara tikus dan tanaman karnivora.

Ilmuwan yang meneliti kantung semar ini adalah Ulmar Grafe, seorang saintis biologi dari Universitas Brunei Darussalam. Ia meneliti spesies kantung semar Raffles atau Nepenthes rafflesiana varietas elongata. Sementara spesies kelelawar yang digunakan adalah Hardwicke, ditangkap di sebuah hutan rawa gambut wilayah Brunei Darusalam.

Menurut Grafe, walaupun kantung semar tampak sebagai pihak yang kalah karena dikencingi, tetapi sebenarnya kantung semar adalah yang menang. Dengan urin dan feses kelelawar, kantung semar mendapatkan nutrisi tambahan berupa nitrogen. Analisa kimia pada kantung semar Raffles menunjukkan bahwa 33,8% nutrisinya berasal dari kotoran kelelawar.

Malah, peneliti menemukan bahwa kantung semar beradaptasi untuk menjadi wc terbaik bagi si kelelawar. Kantung semar memiliki kantung yang tumbuh memanjang, silindris dan berdiameter kecil. Lubang pada kantung, menurut ilmuwan, juga sangat mendukung bagi kelelawar untuk membuang kotorannya.

Kantung semar Raffles justru kurang beradaptasi untuk menjebak serangga. Jenis ini mengeluarkan senyawa volatil (mudah menguap) yang lebih sedikit daripada flora sejenis. Akibatnya, tak begitu banyak serangga yang terjebak dalam kantungnya. Jenis ini juga menghasilkan senyawa pencerna serangga yang juga lebih sedikit.

Peneliti melaporkan, meski kelelawar juga memangsa serangga, namun kompetisi antara kelelawar dan katung semar tak ditemukan. Kelelawar juga tak pernah memakan serangga yang terjebak dalam kantung semar. Hubungan antara keduanya murni mutualisme, kelawar meendapat tempat untuk membuang kotoran dan kantung semar mendapar nutrisi dari kotoran.

Grafe mengungkapkan, keterkaitan unik tersebut terbentuk lewat kejadian evolusi setelah kelelawar hinggap di kantung semar. "Penggunaan secara insidental mungkin berevolusi menjadi reguler dan eksklusif ketika tanaman merespon dengan beradaptasi, sehingga kantung semar menjadi tempat yang lebih atraktif untuk bertengger," papar Grafe.
Sumber: DISCOVERY
BACA SELENGKAPNYA

Rahasia otak ahli catur



Pemain catur telah lama membingungkan masyarakat berhubungan kalkulasi gerakan yang cepat, luar biasa dan intuitif. Kini ilmuwan Jepang berhasil mengungkapkan misteri pecatur sukses. Berdasarkan pengamatan transportasi darah ke otak untuk mendeteksi loncatan aktivitas, ilmuwan menemukan bahwa ahli catur khas Jepang, Shogi, menggunakan dua sisi otak saat membuat gerakan kritis.

Tidak seperti pemain amatir yang menggunakan bagian otak precuneus dan lobus parietalis, pecatur profesional menggunakan nukleus caudate di pusat otak, ujar Keiji Tanaka dari RIKEN Brain Science Institute, Jepang.

"Pemain profesional berlatih dalam waktu yang lama, setidaknya 10 tahun, beberapa jam setiap hari. Pelatihan ekstensif ini menyebabkan terjadinya pergeseran aktivitas otak dari korteks serebral ke nukleus caudate,” ujar Tanaka selaku pemimpin studi. Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Science

Ilmuwan percaya inti caudate berperan penting dalam pertukaran gerakan tubuh. "Nukleus caudate berkembang sangat baik pada primata, seorang ahli catur memanfaatkan seluruh bagian otak ini,” ujar Tanaka.

Ia berharap penelitian itu dapat menginspirasi para ilmuwan dalam mengembangkan kekuatan intuitif dari nukleus caudate.

“Seorang insinyur seringkali harus bergantung pada intuisi untuk menemukan sumber masalah. Padahal, insinyur yang benar-benar hebat tidak mampu menjelaskan kemampuan tersebut secara terperinci. Sama seperti saat bermain catur,” kata Tanaka lagi. 
Sumber: Inilah.com
BACA SELENGKAPNYA

Mammoth akan dikloning 4 tahun lagi




Mammoth, hewan purba yang telah punah dan dianggap memiliki relasi dengan gajah, kemungkinan dapat dilahirkan kembali 4 tahun mendatang. Kemungkinan ini merupakan hasil perkembangan dari teknologi kloning.


Pada 1990-an, ilmuwan telah berusaha melakukan studi kemungkinan perbaikan inti sel dari kulit dan jaringan otot mammoth yang ditemukan di Siberia, Rusia. Namun, upsaha ini gagal karena inti sel tersebut telah rusak parah oleh temperatur rendah yang ekstrim.


Ilmu pengetahuan jauh dari putus asa. Pada 2008, Dr Teruhiko Wakayama dari Pusat Pengembangan Biologi Jepang, RIKEN, merintis teknologi kloning tikus dari sel-sel tikus lain yang telah dibekukan selama 16 tahun. Teknologi yang sama akan dilakukan untuk mammoth.


Usaha untuk melahirkan kembali hewan yang punah pada sekitar 5.000 tahun lalu ini akan dikembangkan Profesor Akira Iritani dari Kyoto University. "Sekarang masalah teknis telah diatasi. Semua yang kita butuhkan adalah sampel yang baik dari jaringan lunak dari mammoth beku," kata Iritani seperti dilansir dari  The Daily Telegraph.


Iritani berencana melakukan perjalanan ke Siberia untuk mencari bekas-bekas mammoth, berupa sampel kulit atau jaringan. Iritani hanya butuh sampel ini sekecil 3 cm persegi. Jika tidak berhasil, ia berencana meminta sampel dari ilmuwan Rusia.


Inti sel dari kulit atau jaringan otot mammoth akan dimasukkan ke sel telur gajah Afrika yang bertindak sebagai induk pengganti (surrogate mother). Masa kehamilan diperkirakan perlu sekitar 600 hari. Sebelumnya, tahap persiapan hingga gajah Afrika bisa dihamili, memerlukan waktu sekitar 2 tahun.


"Sampai saat ini, tingkat keberhasilan dalam kloning sapi sangat kecil. Tapi, ada kemungkinan sekitar 30 persen. Saya pikir kami memiliki kesempatan yang cukup untuk kesuksesan dan mammoth sehat bisa lahir di empat atau lima tahun lagi," tuturnya. Mammoth merupakan anggota family elephantidae yang juga merupakan famili dari spesies gajah yang kita kenal saat ini. 
Sumber: National Geographic Indonesia
BACA SELENGKAPNYA

Ayam anti flu burung telah dikembangkan oleh ilmuwan



Ahli dari Universitas Cambridge dan Edinburg berhasil membuat ayam jenis baru. Ayam tersebut bisa terinfeksi flu burung, tetapi tidak bisa menyebarkannya ke ayam lain ataupun manusia.

Lawrence Tiley, ilmuwan dari Departemen Kedokteran Hewan Universitas Cambridge, yang terlibat dalam eksperimen itu mengatakan, ayam tersebut dibuat dengan metode modifikasi genetik.

Dalam proses itu, gen baru yang bisa memproduksi senyawa imitasi dari senyawa yang diproduksi virus flu burung disisipkan. Senyawa tersebut bisa menghambat proses replikasi sehingga mencegah penularan.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan membuktikan, ayam yang telah dimodifikasi gennya terbukti mencegah penyebaran virus. Mereka tak mampu menyebarkan virus ke burung lain, baik yang dimodifikasi gennya maupun tidak.

Meski demikian, Tiley mengatakan bahwa percobaan ini masih dalam tahap awal. Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa seluruh ayam yang dimutasi gennya tidak dibuat untuk dikonsumsi.

"Pengembangan ini adalah langkah awal untuk mengembangkan ayam yang benar-benar kebal terhadap virus flu burung. Ayam ini juga dibuat hanya untuk tujuan riset, bukan konsumsi," kata Tiley, Kamis (13/1/2011).

Kasus flu burung mulai ditemukan pada tahun 1997 di Hongkong. Sementara, pada tahun 2003, kasus tersebar luas ke Asia, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Eropa, menyebabkan kematian pada burung dan manusia.

Tiley mengungkapkan, "Ayam adalah inang potensial tempat virus strain baru berkembang dan menginfeksi burung dan manusia. Mencegah penularan virus pada ayam bisa mengurangi pengaruh negatif ekonomi dan resiko orang terinfeksi dari burung."
Sumber: AFP
BACA SELENGKAPNYA

Pelangi buatan berhasil diciptakan ilmuan



Secara teori, ramuan pembuatan pelangi sangat mudah. Cukup dengan langit cerah, sedikit sinar matahari dan air, pelangi bisa dibuat. Namun, ternyata menciptakan pelangi yang dapat dimunculkan secara berulang-ulang tidaklah mudah.

Setelah melakukan tes selama 8 tahun, Michael Jones McKean, artis dan seorang profesor asal Virginia Commonwealth University berhasil menyempurnakan metode penciptaan pelangi yang ia sebut “Rainbow Project” yang bisa dibuat di rumah.

Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2011, alat ini menggunakan pompa listrik, selang, dan sprayer yang berasal dari peralatan irigasi, McKean menyemburkan air untuk menghadirkan hujan dan menghasilkan pelangi sesuai order. Syaratnya cuaca harus cerah.

Di setiap ujung pelangi, McKean menempatkan tanki penampungan yang berfungsi untuk mengumpulkan ‘air hujan’ tersebut yang dapat digunakan untuk menciptakan pelangi di lain waktu. Pelangi ciptaan McKean tersebut bisa muncul selama sekitar 15 menit dalam satu waktu. Adapun panjang dan tinggi lbusur pelangi bisa dibuat hingga mencapai sekitar 60 meter. Tergantung kondisi cuaca, pelangi ala manusia itu bisa dilihat dari jarak pandang sekitar 300 meter.

“Pelangi merupakan fenomena yang sangat kita kenal namun jarang muncul,” kata McKean. “Dengan dimungkinkannya pembuatan pelangi, diharapkan pelangi ini bisa membangkitkan imajinasi pengunjung yang melihatnya dan menjadikan momen itu hadir setiap hari,” ucapnya.
Sumber: VIVAnews
BACA SELENGKAPNYA

Otak ikan Gupi atau Cere sama pintar dengan manusia



Di Indonesia, Mosquitofish sering disebut dengan ikan Gupi, ikan Seribu, atau ikan Cere. Ikan air tawar ini memakan larva nyamuk dan sangat sosial dalam hidupnya. Saat mereka sedang sendirian, fokus pertama yang ada di pikirannya adalah menemukan ikan Cere lain.

Dari penelitian terakhir, dalam sebuah eksperimen di laboratorium ternyata ikan itu bisa ‘mengkalkulasi' dan membedakan kuantitas numerik. Tidak hanya jumlah yang kecil misalnya 4 dan 8, tetapi ikan itu juga bisa membedakan antara kuantitas besar seperti 100 dan 200.

“Anda tentu tidak berharap bisa menemukan hal yang menarik semacam ini saat berurusan dengan hewan seperti ikan,” kata Christian Agrillo, ketua tim peneliti dari University of Padova, Italia, seperti dikutip dari NationalGeographic, 9 Januari 2010. “Ini sangat luar biasa,” ucapnya.

Namun, kata Agrillo, kemampuan numerik ini juga berkurang saat perbandingan antara kedua angka diubah. Efek ini juga terjadi di antara manusia yang diuji.

Pada eksperimen, seekor ikan ditempatkan pada penampungan. Ia diminta memilih satu di antara dua pintu yang diberi gambar geometrik. Misalnya, pintu A diberi empat gambar geometri, sementara pintu B diberi delapan gambar. Pintu-pintu ini nantinya mengarah ke tempat di mana kelompok ikan-ikan Cere lain berada.

Pada uji awal, ikan tidak tahu harus pergi ke mana dan mereka memilih secara acak. Akan tetapi, sejalan dengan waktu, ikan itu mulai memilih pintu yang tepat. Peneliti kemudian menggunakan lebih banyak gambar di pintu.

“Cukup menarik, sebagian ikan yang diteliti tampak terkejut saat angkanya diubah menjadi ratusan. Mereka berenang ke dalam pintu lalu melihat pada gambar itu seperti layaknya sedang mencoba memahami sesuatu,” kata Agrillo. “Namun, setelah beberapa saat, mereka mulai berhasil menjawab tantangan itu,” ucapnya.

Saat peneliti mengubah jumlah gambar di pintu, diketahui bahwa saat gambar di kedua pintu memiliki jumlah yang makin serupa, tingkat keberhasilan ikan itu dalam menemukan jalan ke kelompok yang akurat semakin menurun.

Sebagai contoh, saat perbandingan gambar adalah 1 : 2 (misalnya 8 : 16) atau 2 : 3 (8 : 12), ikan lebih mampu memilih pintu yang tepat. Akan tetapi, ketika rasio diubah menjadi 3 : 4 (misalnya 9 : 12), mereka tidak menunjukkan bahwa mereka bisa membedakan perbedaan di antara kedua jumlah itu.

Peneliti kemudian melakukan tes yang sama pada manusia. Sebanyak 25 orang mahasiswa diminta melakukan tes yang serupa dengan ujian yang diberikan pada ikan.

Pada suatu penelitian, mahasiswa diminta menentukan perbedaan antara jumlah yang besar dalam waktu dua detik agar tidak cukup waktu untuk menghitung jumlah gambar-gambar geometrik yang ada di pintu.

Meski secara umum manusia lebih akurat dibanding ikan Cere, ternyata kemampuan untuk menilai perbedaan jumlah menurun saat perbandingan angkanya diubah dari 2 banding 3 menjadi 3 banding 4.

Menurut Agrillo dan timnya, hasil ini mendukung anggapani bahwa manusia, ikan, dan vertebrata lain memiliki kemampuan yang sama dalam memproses angka meskipun manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih baik.
Sumber: vivanews
BACA SELENGKAPNYA

Musik Klasik merupakan obat antidepresan yang ampuh



Sebuah studi dari Meksiko yang dipublikasikan baru-baru ini mnginformasikan bahwa dengan mendengarkan secara berulang-ulang sebuah karya musik klasik tertentu (termasuk salah satunya musik dari Mozart) akan dapat membantu menurunkan gejala-gejala depresi.

“Musik menawarkan sebuah cara yang sederhana dan elegan untuk menghilangkan Anhedonia (sebuah keadaan dimana tidak bisa merasakan sebuah emosi yang menyenangkan dalam aktifitas sehari-hari/ depresi),” demikian pernyataan tim peneliti yang dipimpin oleh Miguel-Angel Mayoral-Chavez dari Universitas Oaxaca, yang menyatakan hasil penelitiannya dalam koran The Arts In Psycotherapy.

Sesuai hasil penelitian terhadap sekelompok kecil orang, tim peneliti asal Meksiko ini memulai sebuah eksperimen terhadap 79 pasien di Klinik Oaxaca. Terdiri dari 14 pria dan 65 wanita, berusia di kisaran 25 sampai 60 tahun, yang didiagnogsis menderita gangguan depresi ringan sampai tingkat menengah. Para pasien tidak mengkonsumsi obat apapun untuk mengobati kondisi yang mereka alami.

Semua pasien itu diikutsertakan dalam eksperimen selama 8 minggu. Setengah anggota grup mengikuti sesi konseling mingguan selama 30 menit dengan seorang ahli psikologis dan setengahnya lagi mengikuti program harian mendengarkan musik klasik selama 50 menit.

Musik klasik yang diperdengarkan antara lain: 2 karya musik barok (Bach’italian Concerto dan sebuah konserto Grosso yang diciptakan oleh penerusn Bach, Archangelo Corelli) dan Mozart’s Sonata yang dimainkan dengan 2 piano.

Tiap minggu, para partisipan penelitian ini akan diperiksa perkembangannya dengan mengamati gejala-gejalanya berdasarkan tolak ukur baku yang ada.

“Kita menemukan perubahan positif di sesi ke empat dalam grup terapi musik, yaitu para partisipan memperlihatkan adanya perbaikan dari gejala-gejala yang mereka alami, kita menemukan adanya perkembangan dari 29 partisipan, dan 4 partisipan yang hanya mengalami perkembangan sedikit, dan 8 partisipan sisanya meninggalkan grup terapi ini,” tambah para peneliti tersebut.

Di grup yang lain, mereka yang mengikuti terapi konseling, hanya 12 orang yang menandakan adanya perkembangan pada minggu kedelapan, dan 16 partisipan tidak menunjukkan adanya perkembangan, dan 10 nya lagi berhenti melakukan terapi.
“Hasil penelitian kita menunjukkan adanya efek yang sangat berpengaruh dari mendengarkan musik dilihat dari hasil statistik. Mereka lebih menyarankan untuk mendengarkan musik barok, dan musik dari Mozart, yang terbukti dapat bermanfaat dalam menangani pasien yang mengalami depresi,” ujar para peneliti menyimpulkan.

Para peneliti menetapkan beberapa alasan mengapa para pasien bisa mengalami perkembangan positif setelah mendengarkan lagu ini, yaitu musik yang diperdengarkan “dapat mengaktifkan beberapa proses dalam perkembangan otak atau yang disebut plasticity otak.” Mereka mencatat bahwa depresi sering terjadi berhubungan dengan rendahnya kadar hormon dopamin (rendahnya hormon dopamin dapat menyebabkan depresi) dalam otak, atau rendahnya jumlah reseptor hormon dopamin. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa dengan mendengarkan musik bisa menambah jumlah hormon dopamin.

Efek yang begitu besar yang diberikan oleh musik karya Mozart ini, memperkuat hasil penelitian bahwa:
  • Terapi konseling (terapi dengan cara konsultasi atau berbicara) tidaklah penting.
  • Para penderita depresi seharusnya menghentikan penggunaan Prozac (salah satu jenis obat untuk depresi) dan lebih banyak putar musik karya Prokofiev (salah satu composer musik klasik yang terkenal asal Rusia).
Seperti yang Mayoral-Chavez kemukakan, mereka sangat merekomendasikan para penderita depresi tingkat ringan sampai tingkat menengah “dapat menggunakan musik untuk memperbaiki atau meningkatkan kondisi psikologis mereka.”

Para peneliti tidak menyatakan bahwa musik karya Mozart adalah sebuah metode ampuh yang unik; mereka hanya mencatat bahwa jenis lagu yang berbeda “akan berefek berbeda terhadap orang yang berbeda juga.” Tetapi musik yang mereka pilih (yang bernada kompleks, dengan nada yang tinggi, dan sedikit bersemangat) sangatlah efektif, dan para pasien bahkan sangat menikmatinya setelah sekian waktu mendengarkannya terus menerus.

“Pada awal permulaan dimulainya studi, banyak dari pasien yang terpilih tidak memperlihatkan ketertarikan untuk mendengarkan musik semacam ini. Tetapi tak lama kemudian, mereka tidak hanya tertarik untuk mengikuti terapi musik ini, mereka bahkan meminta untuk lebih banyak diputarkan musik semacam ini,” jelas para peneliti.
Sumber: erabaru.net
BACA SELENGKAPNYA

Nenek moyang virus HIV telah ditemukan



Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih tergolong pendatang baru di antara patogen fenomenal manusia lainnya. Seperti diketahui, patogen ini baru diketahui muncul dan menyebar pada beberapa dekade terakhir saja.

Untuk itu, sejumlah peneliti mencari asal usul virus tersebut. Awalnya mereka mencurigai bahwa Simian Immunodeficiency Virus (SIV), virus pada hewan primata lah yang melahirkan HIV. Virus SIV sendiri diduga berusia beberapa ratus tahun lebih tua dibanding HIV.

Setelah melakukan sejumlah penelitian, Preston Marx, ahli virologi asal Tulane University menemukan sebaliknya. Virus SIV tampaknya sudah berusia setidaknya 32 ribu tahun. Artinya, virus itu sudah hadir, bisa dikatakan hampir bersamaan dengan pemunculan manusia, jauh sebelum hadirnya HIV.

Pada penelitian, Marx dan timnya melakukan uji coba SIV pada monyet yang berasal dari pulau Bioko, pulau yang terlepas dari benua Afrika sekitar 10 ribu tahun lalu.

“Ternyata, varian virus SIV Bioko memiliki nenek moyang yang sama dengan virus yang ada di benua Afrika,” kata Marx, seperti dikutip dari Infection Research, 5 Januari 2011. “Ini mengindikasikan bahwa virus ini setidaknya sudah lama hadir, bahkan mungkin jauh lebih tua,” ucapnya.

Marx menyebutkan, peristiwa-peristiwa di abad 20 telah mengubah virus SIV dari virus monyet yang jinak menjadi wabah mematikan bagi manusia. “Meningkatnya transfusi darah dan makin banyaknya kota padat penduduk telah membantu penyebaran SIV yang berkembang menjadi HIV,” ucapnya.

“Jika kita tidak menemukan apa yang memicu pemunculan wabah HIV, sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi penyakit apa yang akan wujud berikutnya,” ucap Marx. “Kita bisa menghasilkan varian virus baru tanpa mengetahui cara untuk menghentikan atau mengontrolnya,” ucapnya.
Sumber: vivanews
BACA SELENGKAPNYA

12 foto dari mikroskop yang sangat unik dan menakjubkan


Mau lihat bagaimana penampakan lewat miskroskop yang menakjubkan...cek aja langsung.....

Ini Bakteri pada Lidah Manusia...iihh gelinya ya 

Ini Semut yang lagi gigit Mikrochip 

Ini permukaan silikon Mikrochip untuk RAM (Read Access Memory) 

Ini kulit Kepala ? Salah !!!! Ini Bulu Mata... 

Mirip Kentang ya... Tapi ini Permukaan Strawberry 

Ini Sprema Manusia...iih Gelinya... 

Ini Kabel nilon 

Debu rumah tangga yang termasuk rambut panjang seperti bulu kucing, serat sintetis dan wol memutar, bergerigi sisik serangga, sebutir serbuk sari, tanaman dan serangga tetap 

Ini Stoking yang terbuat dari Nilon 

Ini Ujung Lidah Burung Kolibri...Geli ya kayak Ulat 

Ini Kepala Nyamuk

Ini Sporanya Jamur..
Sumber: http://unikgokil.blogspot.com/2010/12/12-gambar-mikroskop-yang-menakjubkan.html
BACA SELENGKAPNYA

Otak merekam kata baru hanya dalam 15 menit



Otak akan mempelajari sebuah kata baru dalam waktu kurang dari 15 menit. Cukup perdengarkan kata tersebut sebanyak 160 kali. Menurut para ilmuwan di University of Cambridge, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata tersebut.

Penelitin para ilmuwan ini menemukan kalau waktu yang dibutuhkan otak untuk mempelajari kata itu ternyata lebih cepat dari pada apa yang telah dperkirakan.

Penelitian dilakukan dengan meletakkan elektroda di kepala 16 relawan yang sehat. Aktivitas otak mereka dimonitoring selama menjalani tes yang terdiri dari 2 tahap. Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang sudah familiar. Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berulang-ulang.

Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. "Secara virtual tidak ada bedanya," kata Dr. Yury Shtyrov yang terlibat dalam penelitian.

"Untuk mendengarkan saja sudah membantu untuk belajar bahasa," ujar Dr. Shtyrov kepada The Telegraph. Akan tetapi, untuk mengucapkan kata tersebut, butuh jaringan saraf baru, yakni bagian otak yang mengatur bicara.

Meski demikian, penelitian ini tidak bertujuan untuk membantu turis belajar bahasa. Menurut Dr. Shtyrov, penelitian ini untuk membantu pasien penyakit stroke untuk mengembalikan kemampuan bicara. Untuk itu, University of Cambridge menggandeng Cognition & Brain Sciences Unit dari Medical Research Council untuk mengembangkan sebuah terapi afasia yang diberi nama CIAT (Constraint-induced Aphasia Therapy). Afasia merupakan kehilangan kemampuan bicara akibat sakit, cacat, atau cedera pada otak.

Tes berikutnya akan melibatkan pasien stroke. Seperti dijelaskan Dr. Shtyrov, rehabilitasi bisa cepat dengan menargetkan bagian otak untuk memori. "Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat," jelasnya. Ia memberi contoh dalam bidang olahraga. Seseorang bisa hapal nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. "Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting," tegas Dr. Shtyrov.
Sumber: National Geographic Indonesia
BACA SELENGKAPNYA

Karya anak SD masuk jurnal internasional



Siapa bilang hanya hasil riset peneliti senior saja yang bisa masuk jurnal internasional. Bulan ini, The Royal membahas kemampuan lebah dalam memilih warna dan pola.

"Artikel yang dimuat ini merepresentasikan publikasi anak-anak pertama yang berkualitas dunia. Saya harap hal ini bisa menginspirasi semua pihak, bahwa sains tidaklah eksklusif tetapi bisa dijangkau oleh siapapun," kata Professor Brian Charlesworth, editor Biology Letters.

Dalam penelitiannya, anak-anak tersebut melihat, apakah lebah bisa belajar untuk mengenali pola dan warna. Mereka juga melihat, apakah hal tersebut bisa membantu lebah menemukan jalan untuk sampai di air gula sambil menghindari garam yang ada di jalannya.

Dalam artikel di jurnal, anak-anak itu menulis, "Kami menemukan, bahwa lebah bisa menggunakan kombinasi warna dan relasi spasial untuk menemukan makanan. Kami juga menemukan, bahwa sains sangat keren dan menyenangkan, sebab kamu bisa melakukan sesuatu yang orang belum pernah lakukan."

Saat meneliti, anak-anak ini dibimbing oleh Beau Lotto, ahli neurosains dari University College London. Lotto juga membantu dalam memublikasikan hasil penelitian, mulai dari menuliskan metode, pembahasan dan kesimpulan. Untuk menuliskan, ia merangkum hasil diskusi dengan anak-anak.

"Dunia sains yang sebenarnya penuh dengan ketidakpastian sehingga sains menyenangkan. Namun, saya menemukan bahwa ketidakpastian itulah yang menjadi kelemahan dalam pendidikan, ketika pelajaran sains terlalu sering dipenuhi dengan fakta-fakta yang dangkal," komentar Lotto.
Sumber: BBC 
BACA SELENGKAPNYA

Struktur mata manusia mirip struktur planet



Ketika memandang mata orang atau pasangan, semuanya akan tampak sama saja. Tapi, ternyata struktur mikroskopik dari mata setiap orang tampak berbeda satu sama lain. Yang lebih mengejutkan, strukturnya ternyata menyerupai planet.

Lihat saja foto struktur mikroskopis mata yang diambil oleh seorang guru fisika bernama Suren Manvelyan. Foto-foto yang diperlihatkannya menunjukkan bahwa bagian tepi bagian hitam mata setiap orang memiliki kerutan yang berbeda menyerupai permukaan planet Mars atau sejenisnya.

Manvelyan yang berasal dari Yerevan, Armenia mengatakan, "Saya tidak menyangka bahwa strukturnya sedemikian rumit. Kita melihat mata ratusan orang, tapi kita tidak menyadari bahwa strukturnya sangat cantik, seperti planet."

Dalam mengambil fotonya, Manvelyan memfokuskan pada bagian mata iris mata yang berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata serta pupil, bagian yang dikaitkan dengan iris oleh otot.

Struktur mata yang diperlihatkan dalam foto-foto Manvelyan berjudul 'Your Beautiful Eyes' adalah milik siswa, teman dan koleganya. Tentang teknik pengambilan gambarnya, Manvelyan mengatakan, "Proses pengambilannya menjadi rahasia saya." Selain menjadi guru, Manvelyan sejak usia 16 tahun telah bereksperimen dengan fotografi. Kini, ia juga menjadi salah satu fotografer di Yerevan Magazine, media lifestyle orang Armenia di Kanada.
Sumber: dailymail.co.uk
BACA SELENGKAPNYA

10 penemuan sains terbaik dan terpenting pada tahun 2010



Para ilmuwan dari berbagai bidang seperti kimia, astronomi, biologi, arkeologi, dan palaentologi telah berhasil menemukan fakta-fakta spektakuler dalam sains. Berikut ini adalah penemuan sains terbaik sepanjang tahun 2010 yang dipublikasikan oleh Majalah Times. Di antara daftar penemuan terbaiknya, terdapat satu penemuan yang merupakan keberhasilan ilmuwan asal Indonesia.

1. Dinosaurus Bertanduk 

Bulan September tahun ini, para ilmuwan resmi menamai satu golongan baru dinosaurus yang disebut Kosmoceratops. Berat badan golongan dinosaurus tersebut mencapai 2500 kilogram. Dan, yang membuatnya unik adalah adanya 15 buah tanduk di kepalanya.

Kosmoceratops sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2007, namun para ilmuwan baru bisa mengidentifikasinya tahun ini. Golongan dinosaurus itu diduga hidup 76 juta tahun yang lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Utah, Amerika Serikat.

2. Muons dan Pembentukan Alam Semesta 

Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semesta.

Sebelumnya, perbedaan itu hanya terjadi dalam teori. Hingga tahun ini, percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons.

Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.

3. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara 

Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan, tepatnya di area kutub selatan bulan. Jumlah air di permukaan bulan yang ditemukan dalam observasi  tersebut sangat mengejutkan, lebih dari 50% dari yang diharapkan.

Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Hal itu bisa menghemat biaya misi pendaratan ke bulan sebab tak perlu membawa air dari bumi.

4. Piramid Mexico Teotihuacan 

Para arkeolog yang meneliti Piramid Mexico Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.

5. Gen Penyebab Penuaan 

Mengapa orang-orang tertentu tampak cepat tua? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh aktivitas gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom.

Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya. Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.

6. Planet Ekstra Surya 

Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti.

Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180. Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu panas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari.

7. Metamaterial 

Penemuan ini dilakukan oleh Profesor Martin McCall dan Imperial College, London. Metamaterial yang dibuat dikatakan bisa “mengaduk” aliran energi elektromagnetik. cahaya yang melewati metamaterial tersebut akan terhambur secara tidak merata, membentuk gap atau kelompok antara ruang dan waktu.

8. Penemuan australopithecus sediba 

Para ilmuwan antropologi menemukan fosil Australopithecus sediba, sebuah spesies manusia purba di wilayah Malapa, Afrika Selatan. Fosil tersebut diduga berasal dari masa 2 juta tahun yang lalu.

Para palaentolog menduga, fosil tersebut berkaitan dengan fosil manusia purba Homo erectus yang secara evolusioner kemudian berkembang menjadi Homo sapens atau manusia modern. Penemuan spesies ini, menurut para ilmuwan, bisa melengkapi data evolusi manusia.

9. Ununseptium (unsur terbaru)

Unuseptium yang untuk sementara dinamai unsur ke 117 merupakan kombinasi antara isotop berkelium dan kalsium yang diciptakan para ilmuwan di Dubna, Rusia. Para fisikawan mengatakan bahwa unsur ini bisa menunjukkan “island of stability”, dimana unsur yang terberat bisa bertahan selama berbulan-bulan.

10. Rahasia Kucing Menyeruput Susu 

Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Virgiania Tech dan Princeton University menemukan misteri cara kucing menyeruput susu. Mereka menemukan bahwa ketika kucing akan minum, lidahnya menjulur terlebih dahulu mebentuk huruf J.

Akibat kemampuan tersebut, kucing tak harus memasukkan seluruh lidahnya ke wadah susu. Bentuk huruf J memungkinkan terbentuknya lajur susu di antara lidah yang bergerak dengan permukaan cairan. Ketika kucing menutup mulut, susu pun bisa diminum tanpa mengakibatkan dagu menjadi basah.
Sumber: kompas.com
BACA SELENGKAPNYA

Ilmuwan Indonesia harus meniru ilmuwan dari Jepang



Ilmuwan China membuktikan bisa sukses di negaranya daripada bertahan di AS. Ini bisa jadi inspirasi bagi ilmuwan RI di luar negeri yang saat ini berkumpul di Jakarta. Kehidupan imigran Sheng Huizhen termasuk sukses di Amerika Serikat (AS). Ia mendapat gelar PhD di bidang Biokimia, dan mendapat pekerjaan sebagai peneliti postdoctoral di National Institute of Health.

Ia mendapat green card atau kartu izin tinggal di AS. Kemudian ia membeli rumah di Maryland dan akhirnya mendapat posisi bergengsi sebagai staf ilmuwan. Namun, akhirnya ia kembali ke China. Hukum federal AS melarang penggunaan uang publik untuk riset embrio manusia, dan hal ini mencegahnya melakukan apa yang diinginkanya. Pemerintah China menggodanya agar mau kembali ke China dengan uang sebesar US$ 875 ribu (Rp 7,9 miliar).

Uang tersebutdigunakan untuk laboratorium baru tempatnya dalam melakukan penelitian. “Karena perbedaan kultur dan latar agama, publik China lebih bersahabat mengenai riset embrio,” kata Sheng 55 tahun yang keluarganya tetap tinggal di AS.

Hal ini dilakukan pemerintah China guna mendorong batas-batas inovasi dan apa yang diterima dalam ilmu kedokteran. Ilmuwan China lain yang juga kembali ke negerinya adalah Jiang He, 50. Jiang merupakan peneliti National Heart, Lung, and Blood Institute.

Kini, mantan warga Potomac ini menjadi CEO Frontier Biotechnologies di pusat kota metropolitan Chongqing. Perusahaan ini mengembangkan produk anti-HIV. “Jika saya memulainya di AS, saya butuh waktu lama mencari pendanaan,” kata Jiang.

“Saya mungkin hanya akan mendapat beberapa ratus dolar dan hanya mampu mempekerjakan sepasang ilmuwan. Di China saya memiliki 30-40 pegawai”.

Inilah Ilmuwan yang Berjasa Mentransformasi China


Transformasi China terjadi di segala bidang. Hal tersebut terpicu para ilmuwan yang kembali setelah menuntut ilmu di Amerika Serikat (AS). Banyak ilmuwan Negeri Panda menganggap bakat ilmiah dan lingkungan di AS merupakan terbaik di dunia. Di antara ilmuwan itu terdapat beberapa nama yang mentransformasi China.

Jian He, 50 tahun, merupakan peneliti di National Heart, Lung, and Blood National Institutes of Health (NIH) hingga 1999. Kini, mantan warga Potomac ini menjadi CEO Frontier Biotechnologies di pusat kota metropolitan Chingqing. Perusahaan ini mengembangkan produk anti-HIV.

Ni Jian, 44 tahun, merupakan peneliti tumor di NIH dan menjadi ilmuwan di Human Genome Sciences di Rockville. Kini, ia menjadi kepala Human Antibodomics, perusahaan di timur Suzhou yang mengembangkan antibodi untuk kanker.  Jin Lei, 54 tahun, berada di AS selama delapan tahun di NIH di North Carolina. Ia kembali ke China pada 2001 untuk melakukan penelitian pada katup jantung bioprosthetic. Kemudian, ia membangun Beijing Biren Medical Technology.

Masih banyak ilmuwan China yang kembali ke negara asalnya untuk membangun China. Alasannya, tak bisa menolak tawaran yang ditawarkan negara itu. Yakni biaya hidup murah, akses mudah ke materi klinik, pendanaan pemerintah dan kolaborasi di segala bidang.

India Gagal Bujuk Ilmuwan Pulang Kampung

Berbeda dengan China, India gagal menarik ilmuwannya yang belajar di luar negeri. Ilmuwan berpendidikan barat itu terlihat seperti orang India, namun berpikiran Amerika. Ilmuwan dan dosen Institute Massachusetts Shiva Ayyadurai dan keluarganya hampir 40 tahun lebih tinggal di Amerika Serikat (AS). Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk kembali ke India untuk membantu negaranya.

Pada bulan Juni, Ayyadurai pindah dari Boston ke New Delhi untuk menepati janjinya. Bermodal ijazah dari AS, ia terpancing program ambisius pemerintah untuk menarik para ilmuwan berbakat melalui program Desi Diaspora kembali ke tanah air.

”Tampak sempurna,” katanya. “Namun yang terjadi adalah kebalikannya,” tambahnya. Kini, Ayyadurai mengetahui penyebabnya, pendidikan bisnis baratnya jika dipertemukan dengan pemerintahan buram dan tak efisien India akan menemui ketidakcocokan. Karenanya, Ayyadurai kembali ke Boston.

Hasil penelitian Harvard University Vivek Wadhwa dan akademisi lain menemukan 34% returnee sulit kembali ke India. Returnee mengeluhkan lalu lintas India, kurangnya infrastruktur, birokrasi dan polusi. Bagi banyak returnee, kesempatan melakukan hal baik dibayangi budaya tempat kerja yang terasa asing, bahkan membuat frustasi. Terkadang, returnee merasa lebih cocok dengan sikap dan cara pandang orang Amerika atau Inggris. Bahkan, beberapa returnee tinggal beberapa bulan di India, kemudian kembali ke Barat.

Managing partner firma pencarian eksekutif global Spencer Stuart India, Anjali Bansal menyatakan returnee mengalami hambatan karena mereka ‘terlihat seperti orang India namun berpikiran Amerika’. Orang berharap mereka mengetahui negara mereka karena penampilan mereka, namun mereka tak terbiasa dengan cara kerja di India.

”India cukup ambigu dan memiliki cara kerja yang kacau,” kata Bansal. “Saya sering mendengar mereka mengatakan ‘Ini sangat tak efisien dan tak profesional’”.
Sumber: beritaunik.net 
BACA SELENGKAPNYA

Visualisasi tuhan di otak manusia



Hubungan antara ilmu sains dan agama selalu menjadi topik yang kontroversial di mana-mana. Sampai hari ini, kedua elemen tersebut sulit untuk dicampuradukkan. Namun, gambar di atas menunjukkan apa yang terjadi pada otak seorang religius ketika berpikir tentang Tuhan. Seorang ilmuwan bernama Dr Andrew Newberg melakukan scan pada otak orang yang sedang melakukan doa, meditasi, dan berbagai ritual agama lainnya.

Newberg adalah penganut kuat salah satu ilmu sains yang kontroversial, yang dikenal dengan neurotheology. Ilmu sains ini coba mempelajari kaitan antara otak dan agama atau konsep Ketuhanan.

Sebagai bagian dari penelitiannya, Newberg mempelajari aktivitas otak umat Buddha Tibet sebelum dan selama meditasi. Saat meditasi, cuping otak bagian depan menunjukkan aktivitas yang lebih banyak ketimbang keadaan otak diam. Dia mengidentifikasi efek ini sebagai pengalaman agama seseorang yang melakukan meditasi.

Namun, bagaimanapun hasil scan ini bisa saja hanya gambar yang berbeda dari apa yang terjadi pada otak saat orang bermeditasi ketimbang menghubungkannya dengan agama.

Wajar saja. Sejak awal kemunculannya, neurotheology terus mendapat kritik pedas dan diserang sengit oleh akademisi-akademisi lain yang mengatakan ilmu itu tidak cukup disiplin dan kuat untuk dijadikan dasar. agipula, konsep ketuhanan dan sains tak bisa dihubungkan dengan cara ini. Meski ini bukani pertama kali aktivitas otak dan meditasi dipelajari.

Sebelumnya, tepatnya bulan lalu, sebuah penelitian yang yang dilakukan University of Oregon menemukan bahwa orang yang bermeditasi dapat memperkuat otak mereka. Hal ini dibuktikan dengan sesi pelatihan meditasi selama setengah jam pada hari kerja selama satu bulan penuh pada sejumlah orang di satu kelompok.

Sementara kelompok lainnya juga menerima jumlah bimbingan yang sama, yakni selama 11 jam, dengan metode relaksasi dasar. Hasilnya: koneksi otak orang-orang di dalam kelompok meditasi mulai terlihat kuat setelah latihan enam jam. Perbedaan semakin jelas ketika menginjak 11 jam. Perubahan struktural ini merupakan serat hubungan terbesar padaanterior cingulate, bagian dari otak yang mengatur emosi dan perilaku.

"Kami mengevaluasi apa yang terjadi pada otak manusia saat mereka melakukan praktik spiritual seperti meditasi dan doa," kata Newberg, dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Senin 21 Desember 2010.

"Ini benar-benar membuka mata kita untuk mengetahui apa yang terjadi ketika mereka orang-orang religius melakukan doa, meditasi, atau praktik-praktik keagamaan dan spiritiual. Dan, terlihat jelas perbedaannya antara otak yang melakukan meditasi dan tidak," tandasnya.

"Bagi orang-orang yang ingin berargumentasi, menentang, menolak atau mengkritik hasil temuan kami, dan menganggap temuan ini tidak lebih dari fenomena biologis, kami menerima simpulan itu. Tetapi, data di atas juga tidak secara spesifik menghilangkan gagasan bahwa ada kehadiran agama, rohani, dan Tuhan, di dunia," pungkas Newberg. 
Sumber: vivanews
BACA SELENGKAPNYA

Belajar kedokteran dengan Body Browser dari Google



Tidak puas dengan memata-matai denah rumah tetangga dengan Google Street View, kini Google mengembangkan sebuah browser baru yang memetakan seluruh bagian tubuh manusia.

Browser itu dinamakan Google Body Browser, sebuah aplikasi mantap nan canggih berteknologi 3D yang diusung Google ini disebut-sebut sebagai terobosan baru dalam studi anatomi yang dapat merevolusi pemahaman kita tentang tubuh manusia dan bahkan mungkin lebih cepat diserap ketimbang mengenalnya melalui buku atau teks.

Aplikasi ini belum dipublish secara resmi oleh Google. Mirip dengan aplikasi-aplikasi yang dikeluarkan sebelumnya, Google memungkinkan Anda menjelajahi anatomi tubuh dari berbagai sudut pandang sesuka hati, persis seperti Anda menjelajahi Bumi dengan Google Earth.

Sayangnya, sampai saat ini Google masih menutup mulut sehubungan pengembangan aplikasi canggih tersebut. Namun, baru saja muncul video di Internet yang memperlihatkan bagaimana aplikasi tersebut bekerja.

Di aplikasi ini mesin pencari yang terkenal ini juga sekaligus memperkenalkan teknologi Internet barunya yang disebut WebGL. Selain ringan, teknologi ini mampu menyuguhkan grafis 3D yang kompleks di atas halaman Web biasa, tanpa ada tambahan plug-in khusus seperti Java atau Flash.
Sumber: vivanews
BACA SELENGKAPNYA

7 pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ilmuwan



Menurut laporan Inggris, seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sosial masyarakat, orang-orang telah memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap sejumlah besar hakikat hal ihwal. Namun terhadap sejumlah soal lainnya sampai sekarang para ilmuwan tetap masih belum dapat memberikan jawaban dan penjelasan. Seperti:


1. Apakah anjing memiliki rasa humor?

Ilmuwan mempelajari inteligensi binatang, mereka semakin mengakui suatu pandangan demikian: perilaku binatang bukan hanya bereaksi secara insting, tapi suatu reaksi bawah sadar, substansi pemikiran mereka membuatnya memiliki kemampuan merasakan suka, marah, sedih dan gembira bahkan rasa humor melalui organ sensornya.
Misalnya peneliti telah mendapati, bahwa gajah dapat mengenali dirinya dalam cermin (banyak anak-anak yang belum tentu dapat berbuat seperti demikian) orang utan (atau mungkin sejumlah unggas) dapat belajar sejumlah bahasa tingkat permulaan serta membuat suatu peralatan yang rumit.

Bisa dibayangkan, jika burung dapat membuat cantolan (kait) dengan kawat listrik, untuk dipakai mengait makanan dari kaleng, maka bukankah sangat kejam kalau menggunakan mereka sebagai percobaan yang menyiksa?


2. Bagaimana asal muasal kehidupan?

Kalau anda ingin mempersulit seorang ahli biologi, anda cukup menanyakan bagaimana asal muasal kehidupan ini. Sejak 150 tahun silam, Darwin terus berpikir dan menurutnya bahwa segala kehidupan di atas bumi berasal dari “prebiotic soup”. Namun hingga sekarang, kita masih memikirkan asal muasal kehidupan ini.
Kita tidak tahu berbagai pengetahuan yang yang berhubungan dengan asal muasal kehidupan, misalnya bagaimana mulanya, darimana dan kapan kehidupan itu dimulai, serta apakah kehidupan itu mulai dari hidup hingga mati hanya sekali atau berlangsung berulang-kali dan sebagainya.

Sebagian ilmuwan beranggapan, kehidupan berasal dari bawah tanah, atau di sekitar bibir semburan gunung berapi. Sedang para ilmuwan lainnya menduga, bahwa mikroba tunggal adalah nenek moyang segala makhluk hidup di bumi. Kurang lebih pada 3 milyar tahun silam, planet Mars kala itu hangat dan lembab, sedang bumi hanya sebuah padang pasir yang dingin, mikroba-mikroba tunggal ini terbang ke bumi seiring dengan hancuran ledakan batuan di planet Mars. Menurut pandangan ini, berarti kita semua adalah manusia dari planet Mars. Namun hingga saat ini, semua dugaan-dugaan ini belum pernah dibuktikan. Jadi tidak dapat meyakinkan orang. Asal mula kehidupan, besar kemungkinan merupakan
misteri yang paling misterius di alam semesta.

3. Apakah reaksi batin hanya omong kosong?

Sebagian besar ilmuwan mengatakan tidak percaya dengan fenomena abnormal, sebab fenomena-fenomena ini menyalahi prinsip normal dan tidak dapat di jelaskan melalui percobaan. Namun apakah kita bisa mengatakan bahwa terapi kristal (menggunakan energi kristal agar “Medan magnetis organisme” tubuh manusia kembali dalam kondisi “seimbang” dan reaksi batin itu adalah omong kosong?) 

“Fenomena abnormal” meliputi kekuatan Gamma (δ), “spiritual”, ocehan era baru (new century), ramalan bintang, ramalan kartu/tarot, para ilmuwan punya alasan menganggap bahwa fenomena abnormal adalah suatu ilmu pengetahuan gadungan. Namun ilmuwan justru sebaliknya, mereka cermat dan rasional dalam keilmuan, kerap mempublikasikan temuan riset terbaru mereka di majalah Science terkemuka.”

Namun ketika terapi kristal dan teknik ramalan bintang diyakini hanya sebagai suatu hiburan dan bukan ilmu pengetahuan, lalu bagaimana dengan reaksi batin, terapi akupungtur dan teknik hipnotis? ini masih perlu diteliti secara ilmiah. Dan sudah barang tentu, reaksi batin mungkin juga akan dibuktikan sebagai suatu
berita burung, siapa tahu? tidak peduli bagaimana hasilnya, harus berusaha menemukan fakta yang sesungguhnya.

4. Apa waktu itu?

Jika anda ingin mempersulit seorang ahli fisika, tanyakan padanya: “Apa itu waktu?” sebab, kita tidak akan tahu jawabannya. Ada sebuah rumor yang mengatakan, waktu adalah senjata gaib alam yang menghalangi segala benda melakukan aktivitas secara bersamaan. Waktu bisa mendefinisi kehidupan kita, sebab kita mengandalkan waktu untuk mengukur hidup. Namun dalam hal apa itu waktu, kita sama seperti orang zaman dahulu, juga tidak tahu apa-apa. Dan sudah barang tentu, ini bukan berarti kita tidak tahu apa yang telah dilakukan waktu. Fisikawan seperti Einstain, dimana dalam hal karakteristik tentang waktu punya pandangan yang dalam. Jadi kita bisa memberi sebuah tanda pada waktu, kemudian masukkan waktu ke dalam persamaan yang tidak sama, sehingga dengan demikian kita bisa meneliti sejumlah besar fenomena dan menarik kesimpulan.

Akan tetapi, ini belum bisa memberi tahu kita sebenarnya apa itu waktu. Apakah merupakan sebuah “sungai” yang mengalir dari masa lampau ke masa depan? jika ya, lalu sungai apakah itu? Apa yang mendorongnya bergerak dan berdasarkan apa kecepatan arus sungai itu mengalir? jika waktu adalah sebuah sungai, apakah bisa mengalir ke atas menembus sungai ini? dan apakah kita bisa sepenuhnya menghentikan arus sungai yang mengalir ini?


Novelis fiksi mengatakan ini bisa terjadi. Yang mengherankan kita adalah, fisikawan juga beranggapan seperti ini. Namun sebelum kami menciptakan sebuah mesin waktu, kami harus mengetahui betul terhadap waktu yang sukar di raba dan mudah lenyap dalam sekilas ini. Hingga terakhir nanti, kami akan menyingkap misteri-misteri yang misterius ini. Namun jika memang demikian, maka dipastikan akan muncul lebih banyak lagi misteri. Mungkin satu-satunya yang layak terhibur adalah, apabila kelak kita dapat menyingkap semua misteri, dan jika benar-benar terpecahkan, maka segalanya akan menjadi hambar.


5. Mengapa kegendutan atau obesitas dari hari ke hari semakin meningkat?

Pada 100 tahun silam, di dunia nyaris tidak ada satu pun kasus obesitas, selama 100 tahun itu, obesitas telah menjadi krisis yang tiada taranya dalam sejarah penyakit manusia. Jika dikalkulasi menurut situasi saat ini, kita akan semakin kelebihan berat badan.

Sebab obesitas sangat jelas: makan terlalu banyak, kurang olahraga. Namun kondisinya tidak sesederhana ini. Pertama jarang sekali yang mengetahui, di sejumlah besar negara “obesitas” di barat, misalnya Amerika Serikat, kalor yang dibuang orang-orang jauh lebih sedikit dibanding kalor yang dihabiskan orang-orang pada 50 tahun silam. Dibanding dengan orang-orang pada 1950 silam, kita jarang jalan kaki, yang menggantikannya adalah sejumlah besar kendaraan bermotor. Obesitas mulai tumbuh subur sejak 1980, dibandingkan ketika itu, olahraga yang sangat kurang dilakukan.


Sebagian besar ilmuwan yakin, bahwa dibalik suburnya obesitas pasti terpendam sebuah misteri yang mendalam. Sejumlah ilmuwan pernah menuturkan, obesitas mungkin disebabkan oleh suatu virus, atau dapat dijelaskan dengan ilmu genetika.


6. Apakah manusia bisa awet muda?

Apa kita bisa awet muda? mungkin bisa, mungkin juga tidak. Mencegah penuaan merupakan salah satu hal yang paling tidak suka dibicarakan para ilmuwan, sebab ini dapat menimbulkan serangkaian masalah seperti moral dan logika atau hal-hal yang memusingkan kepala.

Pertama, pada kenyataannya kita tidak tahu apa sebenarnya penuaan itu. Dalam pandangan kita, ketika kita sudah tua, tubuh atau fisik juga akan dengan sendirinya ikut tua. Namun kenyataannya tidaklah demikian. 20 tahun pertama usia kehidupan kita, fisik kita dari hari ke hari semakin berisi dan kuat, fungsi tubuh kita kita kian hari semakin efektif, kemampuan melawan penyakit semakin kuat. Namun, mengapa di hari-hari selanjutnya (usia bertambah), semuanya menjadi sangat berlawanan?


Menurut teori evolusi penuaan, mengapa fungsi tubuh kita mulai mengalami penuaan adalah diperkirakan saat usia 30-50 tahun manusia akan mati karena kedinginan, kelaparan dan mati di mulut harimau buas dan sebagainya. Namun kalau kita tidak bisa hidup begitu lama, kita sama sekali tidak perlu evolusi, untuk menghadapi sakit saat tua nanti. Tetapi ini tidak bisa menjelaskan, dimana ketika kita menjadi tua, perubahan apakah yang telah mengubah “lonceng” gen, sehingga membuat kulit kita menjadi kering, rambut menjadi putih, tulang menjadi rapuh. Hanya setelah kita mengetahui betul apa yang menyebabkan perubahan ini baru memungkinkan mengambil langkah-langkah melawan penuaan.


Namun kita akan menghadapi satu masalah moral: apakah kita bersedia hidup di sebuah dunia yang manusianya tidak akan tua selamanya? atau dengan kata lain, apakah kita benar-benar bersedia hidup di dunia seperti itu jika hanya sejumlah kecil golongan elite masyarakat yang beruntung baru bisa menikmati perlakuan awet muda ini?


7. Saya semenit yang lalu apakah sama dengan saya sekarang ?

“Apakah saya masih sama seperti satu menit yang lalu?” ini kedengarannya seperti sebuah pertanyaan yang sangat aneh! Namun ini adalah satu soal yang paling memusingkan dalam segenap ilmu pengetahuan dan dunia filsafat. Yaitu soal pengakuan jati diri. Secara permukaan, jawabannya jelas adalah: “sudah pasti, saya adalah orang yang sama pada semenit yang lalu. Namun coba renungkan lagi sejenak.” 

10 menit yang lalu, semua hal yang dilakukan setiap sel dalam otakmu sama sekali berbeda dengan hal yang dilakukan sel otak anda sekarang. Setiap berselang beberapa tahun, tubuh anda hampir sepenuhnya berganti sekali. Apakah dapat Cutty Sark dibuat kembali dengan kayu yang baru dan berbagai komponen baru itu, apakah akan sama persis dengan Cutty Sark yang berlayar di atas laut pada 150 tahun silam itu? Terhadap hal ini, jawaban teori pemurnian adalah: “Tidak”. Dengan begitu, anda bukan lagi anda dimasa kanak-kanak itu. Pertanyaan ini menunjukkan, bahwa pertimbangan kita terhadap individual selalu berkontradiksi dengan suasana nyata yang sedang terjadi. Dan bagaimana kita mengakui jati diri satu orang yang sama, apakah berdasarkan DNA atau sesuatu lainnya yang lebih samar-samar lagi?
Sumber: indowebster.web.id/showthread.php?t=103948
BACA SELENGKAPNYA

10 penemuan bermanfaat yang disalahgunakan


Para ilmuwan selalu berusaha membuat inovasi untuk mengembangkan dan memajukan dunia, tetapi sayangnya ada saja pihak-pihak yang menggunakannya untuk sesuatu yang buruk demi dirinya sendiri. Di bawah ini adalah daftar penemuan-penemuan yang penting dan ditujukan untuk kebaikan namun berakhir dengan malapetaka yang mengorbankan lingkungan dan nyawa manusia.

1. Zyklon B


Fritz Haber adalah ilmuwan berdarah Yahudi yang memenangkan penghargaan Nobel karena menciptakan pupuk nitrogen murah dan juga membuat senjata kimia untuk Jerman pada Perang Dunia I. Insektisida hasil penemuannya digunakan untuk pengasapan di toko beras yang bertanggung jawab atas kematian 1,2 juta orang. Zyklon B-nya menjadi metode eksekusi favorit di ruang gas saat pembakaran.

2. Agent Orange


Arthur Galston menciptakan sebuah bahan kimia yang bisa mempercepat pertumbuhan kacang kedelai dan membuatnya bisa ditanam di area dengan musim pendek. Sayangnya, pada konsentrasi yang tinggi bahan ini justru akan menggundulkan kacang kedelai tersebut dan fungsi bahan ini lalu digantikan menjadi herbisida (pemberantas tanaman liar) walau Galston khawatir akan dampaknya terhadap manusia.

Bahan ini dipasok ke pemerintah AS di tong bergaris oranye dan 77 juta liter Agent Orange Vietnam yang menyebabkan 400.000 kematian dan cacat dengan 500.000 cacat kelahiran.


3. Senapan Gatling


Richard Jordan Gatling mencuptakan senapan Gatling setelah dia mencatat lebih besarnya kematian warga Amerika karena penyakit daripada tembakan. Di tahun 1877, dia menulis:

“Ini menyadarkan saya kalau saya bisa menemukan sebuah alat (senjata) yang dengan kecepatan tembakannya dapat membuat seseorang bisa berperang sebagai seribu orang, itu akan menurangi jumlah tentara yang dibutuhkan dan saya merasa merasa akan lebih mudah untuk menyiapkan makanan bagi para prajurit.”


Senapan Gatling digunakan hampir sukses untuk memperluas kolonial kerajaan Eropa dengan tanpa ampun menyiksa tentara pribumi dengan senjata primitif.


4. TNT

Joseph Wilbrand adalah seorang kimiawan Jerman yang menemukan trinitrotoluena pada tahun 1863 yang digunakan untuk zat warna kuning. Tapi tidak hingga tahun 1902 saat disadari kekuatan ledakan TNT dan digunakan sebagai senjata peledak secara luas oleh kedua belah pihak saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sampai saat ini pun TNT masih digunakan di militer.

5. Bensin Bertimah

Thomas Midgley adalah orang yang menemukan Freon CFC sebagai bahan pendingin yang aman untuk menggantikan bahan pendingin beracun seperti ammonia dalam penggunaannya secara luas. Namun, yang dihasilkan dari bahan ini rupanya kerusakan luas lapisan ozon.

Penemuan terkenal lainnya adalah untuk menambahkan timah tetraetil ke bensin yang menyebabkan permasalahan kesehatan dunia dan kematian karena keracunan timah. Dia dianggap sebagai pria yang “paling banyak memberi dampak pada atmosfir daripada orang lain dalam sejarah bumi.”


6. Gas Sarin


Dr. Gerhard Schrader adalah seorang kimiawan Jerman yang ahli dalam penemuan insektisida baru, berharap bisa membuat kemajuan demi melawan kelaparan di dunia. Namun, Dr. Schrader terkenal karena penemuan berbahaya gas beracun seperti sarin dan tabun, dan karena hal ini, terkadang dia dipanggil “bapak gas beracun”.

7. Fusi Nuklir


Sir Marcus Laurence Elwin Oliphant adalah orang pertama yang mengetahui kalau nukleus hidrogen padat bisa bereaksi satu sama lain. Reaksi fusi ini merupakan dasar dari bom hidrogen. Sepuluh tahun kemudian, ilmuwan Amerika Edward Teller mendalami penemuan Oliphant untuk membuatnya. Namun, Oliphant yang hanya ingin tahu struktur nukleus dari atom tersebut tidak memperkirakan penggunaannya di masa mendatang.

8. Roket


Meskipun keinginan besar dan mimpi astronomi adalah untuk menggunakan roket dalam mengeksplorasi luar angkasa, hasil kerja Wernher von Braun digunakan untuk membuat roket Nazi V2 yang membunuh 7.250 tentara dan penduduk sipil dan diperkirakan 20.000 buruh selama konstruksi.

Lalu, di Amerika Serikat dia menciptakan sebuah rangkaian roket ICBM yang mampu membawa banyak nuklir peledak sekaligus yang dibawa berkeliling dunia sebelum dia menyelamatkan reputasinya dengan membuat roket Saturn V yang membawa manusia ke bulan.


9. Kamp Konsentrasi


Frederick Roberts, Pangeran Roberts pertama membuat kamp pengungsi untuk memberikan perlindungan kepada keluarga sipil yang diserang yang meninggalkan rumahnya karena berbagai alasan di Perang Boer. Namun, saat Lord Kitchener menggantikan Roberts sebagai komandan utama di Afrika Selatan tahun 1900, tentara Inggris memperkenalkan taktik baru dengan tujuan untuk menghancurkan serangan gerilya dan arus pertumbuhan rakyat sipil.

Kitchener memprakarsai rencana untuk “menyingkirkan serangan gerilya dalam sebuah rangkaian gerakan sistematis, terorganisir seperti
olahraga menembak, dengan kesuksesan yang ditentukan dengan sekantung orang mati, tertangkap dan terluka, dan untuk menyapu bersih negara dari apapun yang bisa memberi makanan untuk pelaku penyerangan gerilya, termasuk wanita dan anak-anak.”

Strategi itu berhasil menangkap 28.000 orang Boer sebagai tawanan perang dan 25.630 lainnya kemudian ditenggelamkan ke laut. Sebagian besar sisa orang-orang Boer di kamp lokal adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 26.000 wanita dan anak-anak meninggal di kamp konsentrasi ini.


10
. Ekstasi


Anton KÃllisch membuat 3,4-metilendioksimetamfetamin sebagai hasil penelitiannya berupa obat yang digunakan untuk melawan pendarahan yang tidak normal. Hasil penelitiannya tersebut diacuhkan selama 70 tahun hingga menjadi terkenal di kalangan klub dance di awal 80an. Dan bermula dari kebiasaan Rave (dance party) di akhir tahun 80an yang mengadopsi Ekstasi sebagai obat pilihanlah yang membuat MDMA menjadi empat besar obat ilegal yang membunuh sekitar 50 orang per tahun di Inggris. Penemunya meninggal di Perang Dunia I. 
Sumber: beritaunik.net
BACA SELENGKAPNYA