Kura-kura raksasa bernama george akan dikawinkan



George, kura-kura raksasa jantan dari Taman Nasional Galapagos yang sudah berusia hampir 100 tahun akan coba dikawinkan lagi untuk memperoleh keturunan. Pihak taman nasional mempublikasikan rencana tersebut Kamis (20/1/11).

Upaya mengawinkan George itu dilakukan untuk 3 kalinya setelah sebelumnya mengalami kegagalan. Selama dua dekade, George telah hidup dengan dua betina dari spesies Geochelone becki. Perkawinan terjadi pada mereka dan menghasilkan telur pada tahun 2008 dan 2009. Sayangnya telur gagal menetas.

Dalam usahaanya kali ini, pihak taman nasional mendatangkan dua betina baru bagi George, berasal dari spesies Geochelone hoodensis. Studi genetik di Universitas Yale mendapatkan, dua betina yang didatangkan lebih sesuai dan akan meningkatkan kemungkinan untuk menghasilkan keturunan.

George dipercaya merupakan individu terakhir subspesies Geochelone nigra abingdoni yang ada di Galapagos. Upaya mengawinkannya bertujuan untuk melestarikan jenisnya. Dua betina yang didatangkan untuk dikawinkan dengan George berasal dari Spanish Island di luar Galapagos.

Kepulauan Galapagos sendiri terletak 1000 km di seberang pantai Ekuador. Kepulauan ini kaya akan spesies-spesies hewan unik yang merupakan dasar teori evolusi yang dinyatakan Charles Darwin.
Sumber: AP
BACA SELENGKAPNYA

Pembangkit listrik tenaga pasang surut




Pembangkit listrik tenaga pasang-surut komersial pertama di Asia akan segera dikembangkan oleh pemerintah daerah Gujarat, India. Pembangkit listrik tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Teluk Kutch, Gujarat.

Untuk membangunnya, India akan beraliansi dengan Atlantis Rescources Corporation, perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga pasang surut asal Inggris. Minggu lalu, surat kesepakatan kerjasama itu telah ditandatangani.

Dari pihak Gujarat, pembangunan itu akan melibatkan Gujarat Power Corporation Limited (GPCL), perusahaan pembangkit listrik lokal. Bersama Atlantis, GPCL akan melaksanakan proyek awal dan penelitian sumber daya di Teluk Kutch.

Narendra Modi, kepala pemerintah daerah Gujarat menyatakan, dalam proyek awal akan dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas daya 50 MW. Selanjutnya, akan dikembangkan lagi menjadi 250 MW.

D.J. Pandian, managing director GPCL menyatakan, proyek ini akan mengembangkan suplai energi terbaru di Gujarat, menciptakan lapangan kerja serta infrastruktur yang akan mendukung proyek selanjutnya.

"Gujarat memiliki sumber daya air yng potensial di pantai. Jadi, energi pasang surut menjadi kesempatan besar bagi kita. Proyek ini akan menjadi yang pertama di India sekaligus Asia," katanya dalam wawancara dengan Business Green minggu lalu.

Ia menambahkan, "proyek ini juga akan mendatangkan keuntungan ekonomis dan ekologis bagi wilayah setempat, termasuk membuka jalan bagi pengembangan serupa di wilayah lain di Gujarat."
Sumber: http://www.businessgreen.com/
BACA SELENGKAPNYA

Padi lokal berumur pendek berhasil diciptakan



Kabupaten Barito Kuala di Kalimantan Selatan sudah enam tahun ini beraliansi dengan Institut Pertanian Bogor menyilangkan padi lokal dan padi unggul. Hasilnya sudah ada empat galur silangan yang diajukan ke Kementerian Pertanian.

”Dari empat galur yang diajukan, satu galur di antaranya telah diakui Kementerian Pertanian pada Desember 2010 dan diberi nama IPB2 Batola,” kata Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad di Marabahan, Selasa (4/1/2011).

Kini, IPB2 Batola sedang dites di daerah Dandan Jaya, Kecamatan Rantau Berau, bersama beberapa galur lainnya di lahan seluas 8 hektar. Rencananya, musim tanam Oktober nanti benih padi hasil uji coba itu akan didistribusikan ke masyarakat.

Hasil silangan baru ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain umur tanaman hanya sekitar empat bulan. ”Padahal, umur tanaman padi lokal sebelumnya delapan bulan,” kata Murad.

Berhasil diperpendeknya umur padi ini, lanjut Murad, diharapkan penghasilan petani bisa melonjak karena dalam setahun berarti petani minimal bisa menanam padi dua kali.

Selain umur tanaman lebih pendek, produktivitas padi ini pun lebih tinggi, yakni sekitar 5 ton gabah kering panen per hektar, padahal sebelumnya hanya 3,4 ton gabah kering panen per hektar.

Meski umur tanaman dan produktivitas lebih baik, rasanya tetap seperti padi lokal, yakni pera. Rasa ini lebih disukai warga Banjar yang merupakan penduduk asli Kalimantan Selatan.

”Karena itu, harga beras pera lebih mahal dibanding beras medium asal Jawa,” kata Murad.

Ratusan galur

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Barito Kuala Zulkifli menyatakan, mulanya ada ratusan galur yang disilangkan, yaitu dari jenis lokal siam unus dan fatmawati dari jenis padi unggul. Dari proses persilangan itu, kemudian ada 8 galur terbaik yang dipakai. Dari delapan galur itu kemudian ada empat galur yang diajukan ke Kementerian Pertanian dengan mempertimbangkan sisi pertumbuhan, produktivitas, dan ketahanan terhadap serangan penyakit.

”Setelah ada yang diakui Menteri Pertanian, kami mendahului dengan uji coba lapangan untuk diperbanyak. Saat ini sudah tanaman padi yang berumur satu bulan dan siap dibagikan saat musim panen Oktober nanti,” kata Zulkifli.Dengan penemuan baru ini, diharapkan produktivitas padi di Kalsel, terutama Barito Kuala, bisa meningkat. Barito Kuala merupakan sentra pertanian padi di Kalsel dengan kontribusi sekitar 17 persen, yakni produksi berasnya 351.761 ton pada 2010 dan 323.353 ton pada 2009.
Sumber : kompas cetak
BACA SELENGKAPNYA

Kutu menyimpan sejarah pakaian manusia



Studi terhadap kutu mendapatkan bahwa manusia berpakaian sejak 170.000 tahun lalu. Sebuah studi di Universitas Florida yang mempelajari evolusi kutu mendapatkan info bahwa manusia modern mulai mengenakan pakaian sekitar 70.000 tahun sebelum bermigrasi ke daerah yang lebih tinggi dan beriklim lebih rendah. Migrasi itu sendiri berlangsung kira-kira 100.000 tahun lalu.

Pemimpin penelitian David Reed mengatakan, ia bersama timnya mempelajari kutu pada manusia modern untuk mendapatkan pemahaman lebih baik terkait pola migrasi dan evolusi manusia. "Karena kutu beradaptasi sangat baik dengan pakaian, kami bisa mengetahui bahwa kutu pakaian atau kutu badan baru muncul ketika manusia mulai mengenakan pakaian," tuturnya.

Kutu dipelajari karena berbeda dengan parasit lain, kutu menetap pada inangnya dalam periode evolusi yang panjang. Hubungan itu memungkinkan ilmuwan untuk mempelajari perubahan evolusioner pada inang berdasarkan perubahan pada parasitnya.

"Studi ini juga menunjukkan bahwa manusia mulai mengenakan pakaian setelah kehilangan rambut pada tubuhnya," kata Reed. Merujuk pada penelitian sebelumnya, peristiwa ini terjadi sekira 1 juta tahun lalu. Artinya, manusia cukup lama mengalami zaman tanpa rambut tubuh dan tanpa pakaian. Studi tersebut menerapkan kumpulan data tentang kutu pada evolusi manusia untuk dapat menghasilkan informasi yang berguna di sektor medis, evolusi biologi, ekologi, ataupun bidang lainnya. 
Sumber : National Geographic Indonesia
BACA SELENGKAPNYA

Al Gore memprediksi Indonesia bisa menjadi negara SUPER POWER



Penerima Nobel Perdamaian 2007, Al Gore, memprediksi Indonesia bisa menjadi negara super power dalam hal penggunaan energi panas bumi (geotermal) sebagai sumber tenaga listrik.

"Indonesia bisa menjadi negara super power untuk energi listrik dari panas bumi dan hal itu bisa menjadi kelebihan untuk ekonomi Indonesia," kata Al Gore dalam pidato pembukaan "The Climate Project Asia Pacific Summit" di Balai Sidang Senayan Jakarta, Minggu (9/1/2011).

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat itu melihat Indonesia merupakan negara ketiga terbesar yang memproduksi listrik dari tenaga panas bumi, sedangkan Filipina sebagai negara terbesar kedua di dunia produsen listrik panas bumi.

"Para ilmuwan dan para ahli terkenal secara luas mengatakan bahwa produksi listrik dari panas bumi dapat mempresentasikan luasnya sumber tenaga listrik yang bebas karbon di dunia saat ini," katanya.

Al Gore yang juga penerima Oscar melalui film dokumenter An Inconvenient Truth ini mengatakan, langkah penyelesaian perubahan iklim melibatkan berbagai cara yang bisa diambil untuk menghemat uang sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida.

Al Gore mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan profil emisi karbon yang unik karena sebagian besar berasal dari aspek kehutanan dan hutan gambut.

"Ada peluang besar untuk mengambil pendekatan keberlanjutan dari raksasa seperti pembakaran batu bara dan minyak atau gas," katanya.

Dia mengatakan, ada banyak cara yang bisa diterapkan untuk menghambat kerusakan hutan dan mengurangi emisi sekaligus meningkatkan pendapatan dan menciptakan perekonomian di Indonesia.

"Pengunaan lahan yang lebih efisien akan meningkatkan nilai ekonomi dan mengurangi polusi dari gas rumah kaca," katanya.

Ada efek yang besar dari kegiatan mitigasi seperti penghentian pembakaran pembukaan lahan dan hutan gambut.
Sumber: ANT
BACA SELENGKAPNYA

Palung laut terdalam dapat mengungkap rahasia iklim



Salah satu kawasan laut terdalam dunia, Palung Mariana di Samudera Pasifik, yang berkedalaman 10,9 km di bawah permukaan laut, kembali menjadi sumber penelitian. Kali ini tim peneliti yang dipimpin oleh Professor Ronnie Glud dari University of Southern Denmark dan Scottish Association for Marine Science mencoba menyingkap rahasia perubahan iklim dari palung terdalam tersebut.

Glud yang beraliansi dengan Japan Agency for Marine Earth Science and Technology melakukan penelitian dengan sebuah perangkat yang tahan tekanan tinggi. Instrumen dilengkapi dengan program yang bisa meneliti kondisi palung laut itu diluncurkan dari kapal hingga bergerak jatuh bebas ke bawah.

"Pada dasarnya, dengan penelitian ini kami ingin mengetahui jumlah bahan organik yang diproduksi oleh alga dan ikan di permukaan yang terakumulasi di palung laut. Seluruhnya, baik yang dikonsumsi bakteri, terdegradasi maupun yang terpendam," katanya dilansir situs BBC.

Ia mengatakan, studi tersebut bisa memberikan deskripsi tentang fungsi laut dalam siklus karbon secara global. Sejauh ini, studi peran laut dalam siklus karbon baru diteliti pada kedalaman 4,6 km hingga 5,5 km. Observasi Glud secara khusus memberikan deskripsi tentang fungsi palung laut.

Menyingkap hasil studinya, Glud memaparkan, "Kita memiliki cadangan karbon di dalam palung ini lebih besar dari yang diperkirakan. Artinya, kita memiliki karbon dioksida yang tenggelam di kedalaman laut dalam konsentrasi yang tak pernah diketahui sebelumnya."

Glud juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studinya, palung laut terbukti berperan sebagai tempat karbon terakumulasi. Palung juga memiliki aktivitas yang tinggi, artinya lebih banyak karbon diubah oleh bakteri di area palung tersebut.

Setelah mengetahui hal tersebut, Glud ingin membandingkan jumlah karbon yang tersimpan di palung laut dengan bagian laut lainnya. Selain itu, Glud juga ingin mengetahui jumlah karbon yang transformasi oleh bakteri. Seluruh penelitian ini bertujuan pada usaha mengerti bagaimana palung laut berpengaruh terhadap iklim.
Sumber: BBC
BACA SELENGKAPNYA

Hiu memiliki kelainan buta warna



Hiu ternyata buta warna. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil penelitian yang dipublish para ilmuwan biologi  di jurnal Naturwissenschaften Selasa kemarin (18/1/2011).

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti melakukan penelitian pada mata hiu dengan menggunakan metode micro-spektofotometri. Mereka mempelajari sel-sel penyusun retina mata pada 17 spesies hiu yang ditangkap di wilayah Queensland dan Australia Barat.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa 10 dari 17 spesies hiu tidak memiliki sel berbentuk kerucut, sel yang berperan dalam membedakan warna. Sementara, 7 spesies lain hanya punya 1 jenis sel kerucut, yakni jenis yang sensitif pada warna hijau (panjang gelombang 530 nanometer).

Para ilmuwan menemukan, kebanyakan spesies hiu hanya memiliki sel berbentuk batang. Sel tersebut sangat sensitif terhadap cahaya, mampu membedakan kontras dan memungkinkan pengelihatan warna. Namun, sel itu tidak mampu membedakan warna.

"Hasil studi kami menunjukkan, dibandingkan dengan warna, kontras dengan latar mungkin jauh lebih penting bagi hiu untuk mengidentifikasi objek," kata Nathan Scott Hart, pemimpin proyek penelitian ini yang berasal dari University of Western Australia.

Dalam wawancaranya dengan AFP kemarin, ia mengungkapkan, "Pengetahuan ini bisa membantu kita untuk merancang alat pancing, peralatan surfing dan pakaian renang yang kurang atraktif di mata hiu." Hal itu bisa mencegah kemungkinan manusia untuk dimangsa oleh si predator laut ini.

Kemampuan mengenal warna memang relatif tidak vital bagi biota laut. Di kedalaman lautan, warna akan memudar dan menghilang. Sebelumnya, peneliti lain juga menemukan bahwa lumba-lumba, anjing laut dan paus juga hanya memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau.
Sumber: AFP
BACA SELENGKAPNYA

Planet yang lebih panas dari bintang



Astronom yang berkaitan dalam proyek Super Wide Angle Search for Planets (SuperWASP) telah menemukan planet terpanas bernama WASP-33b. Suhu planet tersebut lebih panas dari suhu beberapa bintang.

Keberadaan planet itu telah dketahui sejak tahun 2006 lalu namun baru dikonfirmasi tahun 2010 kemarin. Diketahui, planet tersebut termasuk dalam jenis planet gas dengan massa kurang dari 4,5 kali massa Jupiter.

Berdasarkan penelitian dengan William Herschel Telescope, suhu WASP-33b mencapai 3200 derajat Celsius. Suhu itu lebih panas daripada bintang kurcaci merah yang bersuhu 700 derajat Celsius dan WASP-12b yang suhunya 2300 derajat Celsius.

Salah satu penyebab panasnya suhu planet itu adalah suhu bintang induknya yang juga panas. Astronom mengatakan, suhu bintang induk planet itu adalah 7160 derajat Celsius, lebih tinggi dari suhu matahari yang hanya 5600 derajat Celsius.

Sementara, sebab lain adalah kedekatan jarak orbit WASP-33b dengan bintang pusatnya. Dengan jarak hanya 7% dari jarak Merkurius-Matahari, planet ini seakan terkena dampak dari panas bintang induknya.

Studi tentang planet ini dikepalai oleh Alexis Smith dari Universitas Keele di Stafordshire, Inggris. Lewat studi ini, astronom juga mengetahui bahwa jangka revolusi planet ini sangat pendek, hanya 29,5 jam.

Drake Demming dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland yang tidak terlibat penelitian ini mengatakan, "WASP-33b bisa membantu astronom menelaah planet panas yang karakteristisknya masih misterius."

Hal yang bisa dipelajari misalnya adanya planet berorbit dekat dengan bintangnya yang memiliki kondisi atmosfer luar lebih dingin dari lapisan dalamnya. Ini mengejutkan karena planet tersebut "dipanaskan" dari luar.

Deming meyatakan, fakta itu bisa berhubungan dengan adanya senyawa berbahan karbon yang mengubah cara atmosfer menanggapi radiasi. Senyawa kimia tertentu bisa terbentuk akibat sinar ultraviolet dari bintang.

"Ini pastinya akan menjadi planet yang ingin Anda lihat. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa mempelajari planet yang mengorbit pada bintang yang super panas," pungkas Deming dalam interview-nya dengan New Scientist.
Sumber: newscientist
BACA SELENGKAPNYA